Kegiatan Rutin Posyandu Pemberian PMT dan Vitamin A Desa Batursari

BATURSARI 02/02/2021

batursari-batangan.desa.id,, Posyandu rutin Desa Batursari di lakukan pada hari ini rabu 02/02/2021 dengan pemberian PMT dan Vitamin A,di hadiri oleh bidan desa dan Timkes Puskesmas Batangan.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ada dua macam yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penyuluhan. Memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh balita.

PMT pemulihan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita sekaligus sebagai pembelajaran bagi ibu dari balita sasaran. PMT pemulihan diberikan dalam bentuk makanan atau bahan makanan lokal. Hanya dikonsumsi oleh balita gizi buruk dan sebagai tambahan makanan sehari-hari bukan sebagai makanan pengganti makanan utama.

Makanan tambahan pemulihan diutamakan berbasis bahan makanan lokal. Jika bahan lokal terbatas dapat digunakan makanan pabrikan yang tersedia di wilayah setempat dengan memperhatikan kemasan, label dan masa kadaluarsa untuk keamanan pangan. Diuatamakan berupa sumber protein hewani dan nabati serta sumber vitamin dan mineral terutama berasaal dari sayur dan buah. PMT pemulihan ini diberikan sekali dalam satu hari selama 90 hari berturut-turut atau 3 bulan.

Makanan tambahan pemulihan dapat berupa pabrikan dan lokal. PMT pemulihan pabrikan merupakan yaitu makanan pendamping ASI dalam bentuk biskuit yang mengandung 10 vitamin dan 7 mineral. Biskuit hanya untuk anak usia 12 – 24 bulan, dengan nilai gizi : energi total 180 kkal, lemak 6 gram, protein 3 gr. Jumlah persajinya mengandung 29 gr karbohidrat total, 2 gr serat pangan, 8 gr gula dan 120 mg natrium.

Sedangkan PMT pemulihan berbasis bahan makanan lokal ada dua jenis yanitu berupa Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk bayi dan anak usia 6 – 23 bulan ) dan makanan tambahan untuk pemulihan anak balita 24-59 bulan berupa makanan keluarga.

PMT Penyuluhan adalah makanan tambahan yang diberikan kepada balita yang disediakan oleh kader posyandu. Tujuan PMT Penyuluhan adalah sebagai sasaran penyuluhan kepada orang tua blita tentang makanan kudapan ( snack ) yang baik diberikan untuk balita, sebagai sarana untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi balita, dan sebagai sarana untuk menggerakkan peran serta masayarakat dalam mendukung kesinambungan penyelenggaraan posyandu.

 

Posyandu kali ini juga memberikan Vitamin A bagi balita ,apakah Vitamin A dan Manfaat bagi balita ??

Vitamin A, biasa disebut retinol, adalah suatu vitamin yang termasuk ke dalam golongan vitamin larut lemak. Vitamin A pertama kali ‘ditemukan’ pada tahun 1913. Pada tahun 1947, vitamin ini berhasil disintesis. Beberapa jenis makanan yang merupakan sumber vitamin A antara lain ikan-ikanan (terutama banyak ditemukan dalam minyak ikan), keju, telur, susu dan yoghurt, serta hati (misalnya hati ayam atau sapi).

Setelah dikonsumsi, vitamin A dalam tubuh akan termetabolisme menjadi beberapa zat yang berperan penting bagi tubuh. Yang pertama adalah retinaldehyde, suatu komponen dari pigmen penting di dalam tubuh kita yang bernama rhodopsin. Pigmen rhodopsin ini ada di retina mata dan berperan penting dalam proses penglihatan. Vitamin A juga termetabolisme menjadi asam retinoat (retinoic acid), yang bersama dengan beberapa protein berperan dalam sistem imun tubuh.

Mengapa penting bagi balita?

Mungkin Mums sudah sering mendengar bahwa vitamin A adalah vitamin yang sangat diperlukan untuk kesehatan mata. Namun, ternyata peran vitamin A dalam kesehatan balita lebih daripada itu saja lho, Mums! Sebuah Cochrane review yang dilakukan pada sekitar 195 ribu anak di berbagai belahan dunia (Asia, Afrika, dan Amerika Latin) menunjukkan bahwa pemberian suplemen vitamin A bagi anak usia 6-59 bulan terbukti dapat menurunkan insiden kematian karena berbagai penyakit hingga 24% dibandingkan jika anak tidak mendapat suplementasi vitamin A.

 

Vitamin A juga dapat meningkatkan integritas sel-sel saluran pencernaan, sehingga tidak mudah ditembus oleh bakteri penyebab penyakit. Vitamin A juga dapat menurunkan derajat keparahan diare pada anak. Selain itu, vitamin A berperan dalam pembentukan sistem imun anak. Hal ini diduga karena vitamin A dapat menurunkan keparahan dari penyakit infeksi yang dialami seorang anak.

Meskipun sudah banyak bukti ilmiah yang menunjukkan manfaat vitamin A bagi balita, World Health Organization (WHO) sebagai badan kesehatan dunia masih mendeteksi adanya daerah-daerah di dunia yang rentan mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin A. WHO mencatat defisiensi vitamin A ini terjadi pada sekitar 190 juta anak usia pra-sekolah di seluruh dunia, terutama di daerah Asia Tenggara dan Afrika.

Oleh karena itu, WHO menganjurkan negara-negara di area tersebut, termasuk Indonesia, agar rutin memberikan suplementasi vitamin A kepada balita untuk mengurangi angka kejadian defisiensi vitamin A. Anjuran WHO inilah yang kemudian menjadi dasar bagi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan Bulan Kapsul Vitamin A setiap Februari dan Agustus!

 

Dalam kegiatan posyandu kali inii tetap mematuhi Protokol  Kesehatan ( PROKES ).

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan