Persiapan Pembangunan Kandang Kelompok Tani Ternak ”Bina Farm””

 

BATURSARI 10/08/2021

batursari-batangan.desa.id,, Persiapan pembuatan kandang untuk ternak kambing yang di lakukan oleh anggota kelompok ”Bina Farm” yang berlokasi di  Rt 03 Rw 01 Dukuh Celelek Desa Batursari.

Salah satu kegiatan pembuatan kandang ternak ”Bina Farm” yang di lakukan oleh anggota kelompok sebagai salah satu persyaratan agar bantuan ini terwujud, semua anggota kelompok saling bekerja sama dalam bentuk gotong dalam menyiapkan kandang sesuai  SOP yang tertuang dalam prosposal dan kelengkapan berkas bahwa kandang dan lahan hijau harus tersedia sebelum bantuan nanti akan turun,maka kolompok harus  mempersiapkan segala sesuatunya.

yang perlu di  lakukan kelompok dalam membuat kandang adalah :

Pemilihan lokasi kandang kambing haruslah tepat. Sebab, hal ini merupakan salah satu kunci sukses dalam beternak. Disarankan lokasi kandang terletak di tempat yang tidak terlalu ramai dan berjarak dengan pemukiman sehingga kambing dapat hidup tenang. Selain itu, usahakan kandang hewan yang terkenal takut air ini dekat dengan sumber pakan hijauan, agar memudahkan dalam pemenuhan pakan hijauan yang sangat penting bagi pertumbuhan kambing serta dapat menekan biaya pakan. Selanjutnya, lokasi kandang usahakan tidak jauh dari rumah pemilik atau penjaga kandang untuk mempermudah pengawasan. Pengawasan sangat penting untuk menjaga dari gangguan atau hal-hal lain yang tidak terduga.

Bangunan kandang idealnya didirikan di tanah yang padat, kering dan tidak becek waktu hujan, serta selalu mendapatkan sinar matahari dan bersih. Tempat terbuka yang agak jauh dari pepohonan besar memungkinkan kandang selalu mendapatkan sinar matahari setiap hari. Namun, pemberian pepohonan di sekitar kandang sangat baik untuk menahan terpaan angin kencang.

Terdapat dua tipe kandang untuk beternak kambing, yakni kandang tipeindividual dan tipe koloni. Hal ini didasarkan pada sifat kambing yang senang hidup berkelompok. Pada tipe individual dalam satu kamar hanya diisi oleh satu kambing. Tipe individual biasanya bertujuan untuk pemeliharaan intensif. Sedangkan tipe kandang koloni, kambing disekat dalam suatu kamar-kamar yang besar. Masing-masing kamar bisa diisi oleh 3-10ekor kambing.

Kandang koloni merupakan kandang yang tidak memerlukan penyekat. Kalaupun dibuatkan penyekat, ukuran kandang relatif lebih luas. Kandang koloni memungkinkan untuk memelihara beberapa kambing sekaligus. Selain itu, kandang ini cocok untuk membesarkan kambing bakalan atau memelihara betina dewasa calon induk (betina yang tidak bunting atau menyusui). Luas kandang disesuaikan dengan umur bakalan dan jumlah ternak yang dipelihara. Sebagai perbandingannya: a) Untuk 10 ekor bakalan umur 3-7 bulan, diperlukan luas lantai 5 m2 karena kebutuhan luasan lantai rata-rata 0,5 m2/ekor; b) Untuk 10 ekor bakalan umur 7-10 bulan, diperlukan luas lantai 7,5 m2 kerena kebutuhan luasan lantai rata-rata 0,75 m2/ekor; c) Untuk 10 ekor betina dewasa/calon induk umur >12 bulan, diperlukan luasan lantai 10 m2 atau rata-rata 1 m2/ekor.

Bentuk kandang tergantung kondisi daerah pemeliharaan dan tingkat skala usaha peternak. Namun, biasanya peternak membangun kandang panggung. Kandang panggung merupakan kandang yang konstruksinya dibuat panggung atau di bawah lantai kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. Kolong berfungsi untuk menghindari kebecekan, serta menghindari kontak dari tanah yang mungkin tercemar penyakit, dan memungkinkan ventilasi kandang yang lebih bagus. Lantai kandang ditinggikan antara 0,5-2 m. Dengan bahan yang sama, kandang dengan panggung yang pendek akan lebih kokoh dibandingkan dengan kandang berpanggung tinggi.

Perlengkapan penting dalam kandang adalah bak atau tempat pakan. Bak pakan dapat ditempelkan pada dinding. Ketinggian bak pakan dibuat agak tinggi, kira-kira sebahunya karena kebiasaan kambing makan daun-daun perdu. Demikian juga ketersediaan air minum hendaknya diperhatikan meskipun sebenarnya kambing tahan untuk tidak minum. Tempat air minum dapat tebuat dari pipa paralon yang dialasi papan agar lebih kuat atau menggunakan ember yang lebar dan meletakkannya di luar kandang. Kandang juga sebaiknya dilengkapi dengan beberapa pintu yang berfungsi sebagai sarana keluar masuknya kambing dan petugas kandang. Ukuran pintu disesuaikan dengan ukuran lebar kandang.

Lantai kandang dibuat dari kayu papan atau belahan bambu yang disusun berjarak 2-3 cm. Dengan jarak tersebut, diharapkan kotaran dan air kencing mudah jatuh ke kolong kandang. Dasar kolong kandang sebaiknya digali dengan kedalaman sekitar 20 cm di bagian pinggirnya dan 30-53 cm pada bagian tengah. Lantai kolong biasanya diberi semen dan dibuat miring ke arah selokan agar lebih memudahkan pekerja dalam membersihkan kotoran. Kemudian dibuatkan saluran menuju bak penampung. Dengan demikian, kotoran akan mengalir keluar kolong melalui saluran dan tertampung di bak penampungan bila terjadi hujan. Kotoran tersebut kemudian dapat diproses untuk dijadikan pupuk kandang.

Biaya pembuatan kandang panggung memang sedikit lebih mahal. Namun, keuntungannya juga lebih banyak. Kebersihan lantai kandang misalnya, lebih terjamin. Hal ini disebabkan, lantai kayu atau bilah bambu dipasang dengan sedikit celah sehingga memudahkan kotoran terjatuh ke bawah kandang. Selain itu, kambing terhindar dari serangan penyakit dan parasit karena kandang lebih mudah dibersihkan. Dikarenakan itu pulalah, kandang panggung banyak digunakan pada peternakan kambing pola intensif.

Alhamdulillah persiapan kandang  dan lahan hijau sudah selesai 100%, dan di harapkan bantuan dari aspirasi partai Demokrat tersebut cepat terealisasi demi untuk menambah penghasilan anggota kelompok kedepannya.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan